:::: MENU ::::
  • Suitable for all screen sizes

  • Easy to Customize

  • Customizable fonts.

Sunday, 15 December 2013

Agar mesin pompa air anda dapat bekerja dengan maksimal maka perlu kiranya anda mengikuti tips berikut, agar mesin pompa air dirumah anda dapat bekerja maksimal dan tidak cepat rusak. apabila tegangan listrik di kawasan kurang stabil, pergunakan stabilizer tegangan listrik untuk menghidupkan pompa. Tempatkan mesin pompa air sedekat mungkin dengan sumber air, dengan memperkecil jarak pipa hisap (suction) akan menambah daya semburan pipa dorong (discharge). Jika hal ini tidak memungkinkan karena pertimbangan ruangan, jarak maksimal pipa dari sumur pompa dibatasi sesuai tinggi hisapnya (suction lift). Penempatan pompa harus terlindung dari panas, hujan dan genangan air, dan memiliki sirkulasi udara yang cukup. Tempatkan mesin pompa air tersebut di tempat yang mudah untuk diperiksa jika ada masalah. Dudukan pompa harus kuat untuk mencegah kemiringan setelah beberapa tahun dipakai. Kurangi jumlah tikungan dalam sambungan pipa untuk mencegah kebocoran dalam instalasi pipa. Sekaligus meminimalkan hambatan tenaga. Pasang klem2 pipa dengan baik untuk mencegah tekanan berlebihan pada mesin. Pasang pipa dari pompa secara vertikal ke dalam sumur dengan jarak ujung pipa ke dasar sumur minimal 30 cm, dan ujung pipa terendam di dalam air. Pompa otomatis yang dipasang untuk menyalurkan air ke toran dengan sumber air dari sumur atau bak penampung di bawah, jarak vertikalnya tidak boleh lebih dari tekanan on pada pressure switch (alat pada tangki pompa yang secara otomatis mesin bila keran ditutup). Misalnya, pressure switch on/off = 1.1 ~ 1.8 kgf/cm2. Itu artinya pressure switch on adalah 1.1 kgf/cm2 atau setara dengan 11 meter. Jadi, jarak vertikal antara pompa dan toran tidak boleh lebih dari 11 meter. Tidak boleh ada kebocoran pada instalasi pipa, baik pipa hisap maupun pipa distribusi (dorong). Karena itu pemasangan, penyambungan, dan pengeleman pipa harus dilakukan secara seksama dan benar. Terutama untuk pipa hisap, akibatnya debit air bercampur udara, memancing terus setiap kali menghidupkan pompa atau bahkan air tidak mengalir sama sekali. Sedangkan untuk pipa dorong resiko paling jelek terjadinya kelembaban pada dinding/ruangan tetapi air tetap jalan. Pipa hisap harus dipasang horizontal/miring mendaki menuju ke pompa untuk mencegah udara terperangkap. Keadaan seperti ini akan mengurangi debit air yang keluar. Sebaiknya memasang kawat arde ke dalam tanah untuk menghindari kecelakaan akibat kejutan listrik. Sumber: http://danahauses.blogspot.com
Jangan membebani listrik dengan menempatkan steker terlalu banyak pada stop  kontak pompa. Karena hal ini akan menyebabkan panas dan timbul kebakaran.
Hindari pengoperasian dalam kondisi kering atau tanpa air. Pengoperasian dalam kondisi tersebut akan memperpendek umur pompa, sekaligus merusak motor.
Jangan membungkus pompa karena dapat menyebabkan kebakaran.
Lindungi pompa dari sinar matahari langsung atau air hujan, karena akan memperpendek usia pompa dan juga kejutan listrik.
Hati-hati jangan sampai pompa terendam air, kecuali pompa air jenis rendaman.
Hindari pemakaian perlengkapan pompa ( kabel, pipa, dll ) dengan kualitas yang kurang baik. Karena hal ini akan menyebabkan rawan gangguan pada kinerja pompa air.

Untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari, di butuhkan minimal 1 buah pompa air untuk mendistribusikan dari sumber ke seluruh titik air ( sumber air bisa dari sumur,atau penampungan ) . Untuk memudahkan mengkonsumsi air, biasanya kita membangun tower air dengan ketinggian tertentu. Dengan sistem pompa air menghisap air dari sumber untuk di simpan pada tower air. Selanjutnya dengan tower air, yang memanfaatkan gaya gravitasi, air mengalir melalui pipa tanpa bantuan pompa.
Dalam kondisi ini biasanya tekanan air hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan mencuci maupun mengisi bak kamar mandi. Tetapi apabila kita mandi menggunakan shower, tekanan air biasanya kurang memuaskan. Apalagi bila kita menggunakan water heater gas. Water heater gas umumnya membutuhkan tekanan air sebagai salah satu mekanisme pemantik untuk menyalakan api untuk memanaskan air. Sehingga bila tekanan air kurang pemantik tidak akan berfungsi dengan baik. Selain itu mesin cuci modern umumnya mensyaratkan tekanan air tertentu untuk dapat berfungsi dengan baik. Oleh karena itu membutuhkan tambahan pompa untuk dapat memenuhi kebutuhan ini.
Salah satu solusi yang umum di gunakan adalah menggunakan pompa sumur dangakal yang dilengkapi dengan otomatis. Dengan menggunakan solusi ini tekanan air memang bertambah besar. Tetapi pompa sumur dangkal yang di gunakan untuk keperluan ini biasanya sering mengalami kerusakan pada sistem otomatisnya. Otomatis pada pompa umumnya menggunakan jenis pressure switch. Pada penggunan sehari-hari buka tutup kran dalam sekali mandi biasanya berkali-kali. Seringkali pembukaan kran tidak penuh, Sehingga membuat otomatis bekerja on-off beberapa kali. Ini akibat adanya tekanan air yang tidak tersalurkan. Sehigga pressure switch bekerja lebih berat dan mengurangi usia spare-part ini.
Pompa booster merupakan alternatif penggunaan produk pompa sumur dangkal otomatis yang biasa kita kenal. Pompa booster adalah jenis pompa yang berfungsi hanya untuk menambah tekanan air, dengan demikian pompa tidak dapat di gunakan untuk menghisap air dengan posisi sumber air di bawah pompa. penggunaan pompa jenis ini lebih menghemat listrik, karena daya listrik yang dibutuhkan biasanya lebih kecil. Sistem otomatis menggunakan sejenis bola magnet, yang bekerja bila ada aliran air.

Sumber:http://pakarsumur.blogspot.com
Kebutuhan air bersih merupakan kebutuhan paling penting dalam rumah tangga bahkan melebihi listrik, seperti kebutuhan untuk air minum, masak, cuci, mandi, cuci motor/mobil, menyiram tanaman,kolam, dsb. Untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari dalam satu rumah, biasanya kita membutuhkan minimal 1 buah pompa air untuk mendistribusi air dari sumber ke semua titik air (sumber air dapat berupa penampungan air di bawah atau sumur). Untuk memudahkan konsumsi air, biasanya kita mendirikan tower air dengan ketinggian tertentu. Dalam kondisi ini kita menghisap air dari sumber air di bawah dengan pompa untuk disimpan pada tower air. Selanjutnya dengan tower air, kita memanfaatkan gaya gravitasi untuk membuat air mengalir melalui pipa tanpa perlu bantuan pompa. Untuk kebutuhan di lantai bawah sistem ini mungkin berjalan baik. Tapi, untuk air di lantai dua bisa bermasalah karena gaya gravitasinya sudah rendah. Rumah Anda mungkin memerlukan pompa tambahan dari toran ke titik air untuk beberapa keperluan yang memerlukan tekanan air tertentu seperti mesin cuci modern atau waterheater gas. Pompa ini biasa disebut pompa booster.

Saat ini banyak jenis pompa rumah tangga yg beredar di pasaran berbagai merk dan tipe, buatan Eropa, Korea, Jepang, China atau produksi lokal dengan beragam penggunaan.
Untuk cara pemasangan dan perawatannya pun tidak boleh sembarangan jika Anda menginginkan pompa air Anda dapat bertahan lama. Jika Anda berniat memasang sendiri pompa di rumah Anda mungkin tips-tips berikut cukup bermanfaat.


Tips Memasang Pompa
1. Bila tegangan listrik di kawasan rumah Anda kurang stabil, pergunakan stabilizer tegangan listrik untuk menghidupkan pompa.

2. Tempatkan pompa air sedekat mungkin dengan sumber air, dengan memperkecil jarak pipa hisap akan menambah daya semburan pipa dorong. Jika hal ini tidak memungkinkan karena pertimbangan ruangan, jarak maksimal pipa dari sumur pompa dibatasi sesuai tinggi hisapnya.

3. Penempatan pompa harus terlindung dari hujan, panas dan genangan air, dan harus memiliki sirkulasi udara yang cukup.

4. Tempatkan di tempat yang mudah untuk diperiksa jika ada masalah pada pompa air. Dudukan pompa harus kuat untuk mencegah kemiringan pada pompa air setelah beberapa tahun dipakai.

5. Kurangi jumlah tikungan dalam sambungan pipa untuk menghindari kebocoran dalam instalasi pipa, sekaligus meminimalkan hambatan tenaga pada pompa air.

6. Pasang klem-klem pipa dengan baik untuk mencegah tekanan berlebihan pada mesin.

7. Pasang pipa dari pompa secara vertikal ke dalam sumur dengan jarak ujung pipa ke dasar sumur minimal 30cm, dan ujung pipa harus terendam di dalam air.

8. Pompa otomatis yang dipasang untuk menyalurkan air ke toran dengan sumber air dari bak penampung di bawah atau sumur, jarak vertikalnya tidak boleh lebih dari tekanan on pada pressure switch (alat pada tangki pompa yang secara otomatis mesin mati bila keran ditutup). Misalkan, pressure switch on atau off = 1.1 ~ 1.8 kgf/cm2. Itu artinya pressure switch on sebesar 1.1 kgf/cm2 atau setara dengan 11 meter. Jadi, jarak vertikal antara pompa dan toran jangan sampai lebih dari 11 meter.

9. Tidak boleh ada kebocoran pada instalasi pipa, baik pipa hisap maupun pipa dorong. Karena itu pemasangan, pengeleman dan penyambungan, pipa harus dilakukan secara seksama dan benar. Terutama untuk pipa hisap, akibatnya debit air bercampur dengan udara, memancing terus setiap kali pompa dihidupkan atau bahkan air tidak mengalir sama sekali. Sedangkan untuk pipa dorong resiko paling buruk, terjadinya kelembaban pada dinding ruangan tetapi air tetap jalan.

10. Pipa hisap harus dipasang horizontal mendaki menuju ke pompa untuk mencegah udara terperangkap.Karena keadaan seperti ini dapat mengurangi debit air yang keluar.

11. Jangan lupa memasang kawat arde ke dalam tanah untuk menghindari kecelakaan akibat konslet.


Tips Perawatan Pompa
1. Jangan membebani listrik dengan memasangkan steker terlalu banyak pada stop kontak pompa. Karena hal ini dapat menyebabkan panas dan timbul kebakaran.

2. Hindari pengoperasian dalam kondisi tanpa air atau kering. Pengoperasian dalam kondisi tersebut akan mempercepat kerusakan pompa, sekaligus merusak motornya.

3. Jangan membungkus atau menyelimuti pompa karena dapat menyebabkan kebakaran.

4. Jauhkan pompa dari sinar matahari langsung atau hujan, karena dapat memperpendek usia pompa dan juga menimbulkan konslet.
5. Pada sumur yang kurang bersih sehingga mudah terhisap kotoran terutama pasir diperlukan saringan pasir.


Sumber : http://www.juzhome.com



A call-to-action text Contact us